• About UGM
  • Portal Academic
  • IT Portal
  • Library
  • LPPM
  • Email
Universitas Gadjah Mada Center for Population and Policy Studies
Universitas Gadjah Mada
  • About CPPS
    • About CPPS UGM
    • Organizational Strucrure
    • Researcher
    • Partner
    • Facilities
  • Events
    • Conference
    • Seminar
    • Training
    • Workshop
  • Publication
    • Journal Population
  • Media
    • Press Release
    • Essay & Opinion
    • Gallery
    • Media Archives
  • Contact Us
  • Home
  • Media
  • Berita PSKK

[Media Archive] Dana Desa Tekan Ketimpangan

  • Berita PSKK, Events, Media, Media, Seminar
  • 14 April 2016, 23.24
  • By : admin

Proyek Dana Desa Ditargetkan Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja

Yogyakarta, KOMPAS – Dana desa tahun 2016 sebesar Rp 46,9 triliun ditargetkan bisa menyerap 1,8 juta tenaga kerja yang berada di desa. Penyerapan tenaga kerja itu terutama berasal dari proyek infrastruktur di desa yang dikerjakan dengan sistem padat karya.

Dengan penyerapan itu, dana desa diharapkan bisa berkontirbusi pada pengurangan ketimpangan ekonomi antara wilayah perdesaan dan perkotaan.

“Berdasarkan kalkulasi kami, ada 1,8 juta tenaga kerja yang bisa diserap oleh pembangunan infrastruktur yang dibiayai dana desa tahun ini,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi seusai seminar “Kemiskinan dan Ketimpangan di Indonesia: Perspektif Kerakyatan”, Sabtu (9/4), di Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sejak tahun 2015, pemerintah menyalurkan dana desa untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Tahun lalu, dana desa yang dialokasikan sebesar Rp 20,7 triliun dan dibagikan kepada 74.093 desa. Adapun tahun ini, dana desa meningkat menjadi Rp 46,9 triliun dan jumlah desa yang mendapat dana itu juga bertambah menjadi 74.754 desa.

Anwar menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir, penggunaan dana desa tahun 2015 mencapai 88 persen dari total anggaran. Mayoritas dana itu atau 85 persen digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa, 5 persen untuk pemerintahan desa, sisanya untuk pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan partisipasi warga.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur desa harus memenuhi sejumlah prinsip, yakni sistem padat karya dengan mengutamakan tenaga kerja lokal, serta memanfaatkan bahan baku yang berasal dari desa setempat. “Hal itu agar jangan sampai dana desa mengalir ke luar desa tersebut atau malah mengalir ke perkotaan,’ tuturnya.

Selain infrastruktur, dana desa tahun ini juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kapasitas ekonomi masyarakat dengan tujuan menumbuhkan usaha baru di desa. Dana itu juga bisa dipakai untuk membangun tempat kesehatan, pendidikan, atau pusat kegiatan komunitas.

Menurut Anwar, jika dana desa bisa dimanfaatkan dengan baik, perekonomian di desa pasti akan tumbuh. Pertumbuhan itu antara lain terdorong oleh penyerapan tenaga kerja dari proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dana desa.

Kondisi itulah yang membuat dana desa diyakini ikut berkontribusi dalam mengurangi ketimpangan ekonomi. Walaupun pekerjaan proyek itu hanya sementara atau sekitar tiga bulan.

Anwar menyatakan, berbeda dengan dana desa tahun 2015 yang disalurkan dalam tiga tahap, dana desa tahun ini disalurkan melalui dua tahap saja. Penyaluran tahap pertama sebesar 60 persen dan tahap keuda 40 persen. “Penyaluran tahap pertama sudah dimulai sejak 31 Maret lalu dan dana yang sudah disalurkan mencapai Rp 7 triliun,” katanya.

Ketimpangan

Ekonom Bank Duni Ririn Salwa Purnamasari mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, Indonesia memang mengalami pertumbuhan ekonomi cukup baik. Namun, pada saat yang sama, Indonesia juga memiliki masalah yang harus mendapat perhatian, yakni peningkatan ketimpangan ekonomi.

“Yang lebih mengkhawatirkan ketimpangan di Indonesia termasuk yang paling tinggi di Asia Pasifik. Laju peningkatannya Indonesia sama dengan Tiongkok,” kata Ririn.

Ketimpangan ekonomi di Indonesia, antara lain tampak dari proporsi pendapatan di Tanah Air. Menurut Ririn, sekitar 20 persen orang terkaya di Indonesia ternyata menguasai 49 persen pendapatan nasional. Untuk mengatasi ketimpangan, pemerintah diminta bisa melakukan sejumlah hal, antara lain memaksimalkan dana desa untuk menciptakan lapangan kerja, memperbaiki skema bantuan sosial, serta memaksimalkan penerimaan pajak.

Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Rahma Iryanti mengatakan, pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi ketimpangan ekonomi.

Upaya itu antara lain memperbaiki akses pada layanan dasar, menciptakan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan, memastikan perlindungan jika terjadi guncangan ekonomi, serta mengatur kebijakan pajak. (HRS).

*Sumber: Harian Kompas, 10 April 2016 | Photo/doc.PSKK UGM

Related Posts

Holding Enumerator Training, CPPS UGM is Ready to Conduct a Study on Indonesian Migrant Workers in Japan

EventsMain SlidePress ReleaseTraining Thursday, 16 November 2023

Yogyakarta – Center for Population and Policy Studies (CPPS) UGM in collaboration with the Japan International Cooperation Agency (JICA) conducted a study regarding the Japanese language training system for internship and/or work programs in Japan […].

Technical Education and Training Center Sends MEP Study Team to CPPS UGM

CPPS' NewsMain SlideMedia ArchivesPress Release Wednesday, 16 August 2023

PSKK UGM – Education and Training Center for Educational and Religious Technical Personnel sent a team to study Monitoring, Evaluation and Learning techniques at the Center for Population and Policy Studies Gadjah Mada University (CPPS […].

CPPS UGM Holds World Population Day Seminar Discussing Women’s Rights and Voices Towards Demographic Resilience

Conference / SeminarCPPS' NewsInformationMain SlidePress Release Thursday, 27 July 2023

Yogyakarta –  In commemoration of World Population Day 2023, the UGM Center for Population and Policy Studies (CPPS) held a seminar with the theme “A Population of 8 Billion: Understanding Population Trends to Understand Women’s […].

Exploring the Role of Digital Forensics in Cyber Incident Disclosure

CPPS' NewsInformationMain SlidePress ReleaseSeminar Wednesday, 17 May 2023

CPPS UGM – MDKIK SPs UGM in collaboration with CPPS UGM successfully held a public lecture entitled “The Role of Digital Forensics in Disclosure of Cyber Incidents” on Tuesday, 16 May 2023.
Universitas Gadjah Mada

CENTER FOR POPULATION AND POLICY STUDIES

Universitas Gadjah Mada

Jl. Tevesia, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta

Email: secretary_cpps@ugm.ac.id

Telp: (0274) 547867

Fax: (0274) 556563

Association and Partnership

Association

Partnership

  • Universities
  • Government
  • Private Companies
  • Non-governmental Organizations
  • Donor Institutions & UN Organizations

© 2017 Center for Population and Policy Studies Universitas Gajah Mada