• About UGM
  • Portal Academic
  • IT Portal
  • Library
  • LPPM
  • Email
Universitas Gadjah Mada Center for Population and Policy Studies
Universitas Gadjah Mada
  • About CPPS
    • About CPPS UGM
    • Organizational Strucrure
    • Researcher
    • Partner
    • Facilities
  • Events
    • Conference
    • Seminar
    • Training
    • Workshop
  • Publication
    • Journal Population
  • Media
    • Press Release
    • Essay & Opinion
    • Gallery
    • Media Archives
  • Contact Us
  • Home
  • Media
  • CPPS' News

[Media Archives] Peneliti: Jokowi-JK Harus Tingkatkan Kesejahteraan Petani

  • CPPS' News, Media
  • 19 October 2016, 12.48
  • By : admin

Yogyakarta (Antara) – Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Mulyadi Sumarto mengingatkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk memerhatikan dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Ukuran kesejahteraan petani Indonesia menjadi tolak ukur, apakah bangsa ini sudah menuju sejahtera atau belum,” katanya dalam `Policy Corner` bertema `Evaluasi 2 Tahun Kinerja Jokowi-JK` di Kampus Program Doktoral Studi Kebijakan UGM Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan poin kelima dari Nawacita pemerintahan Jokowi-JK mengusung semangat dan tekad untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Kualitas hidup tersebut, kata dia, harus menjangkau mayoritas penduduk Indonesia, yang notabene berprofesi sebagai petani.

“Pada poin kelima Nawacita seharusnya kesejahteraan petani menjadi program prioritas pemerintahan Jokowi-JK. Bukan hanya dengan memberikan berbagai program bantuan bagi masyarakat miskin, tetapi juga harus meningkatkan kesejahteraan petani melalui kenaikan nilai tukar petani,” katanya.

Menurut dia, persentase nilai tukar petani pada dua tahun kinerja Jokowi-JK tidak berbeda dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono pada tahun terakhir.

Tercatat, persentase nilai tukar petani periode Oktober 2014-September 2015, rata-rata mencapai 101.45, dan dalam tahun kedua Jokowi-JK pada Oktober 2015-September 2016 menjadi 101.96.

“Terlihat memang ada kenaikan dari tahun kedua Jokowi-JK dibanding tahun pertama, namun kenaikan itu sesungguhnya sama persis jika dibandingkan dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono pada Oktober 2013 – September 2014 yang nilainya mencapai 101.96. Jadi tidak ada peningkatan dibanding pemeritahan sebelumnya,” paparnya.

Oleh karena itu, tambah dia, pemerintah seharusnya memfokuskan diri untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia, apalagi mengingat jumlah mayoritas angkatan kerja Indonesia bekerja sebagai petani.

“Daripada pemerintah terlalu jauh melihat land reform bagi petani, untuk jangka pendek pun pemerintah harus memikirkan kesejahteraan petani. Itu yang lebih penting,” tandas Mulyadi.

Data Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian terus menurun dari 39,22 juta pada tahun 2013, menjadi 38,97 juta pada 2014. Tahun 2015, jumlahnya menurun lagi menjadi 37,75 juta atau sekitar 40 persen. ***2*** (KR-RHN)

*Sumber: Antara Yogyakarta

Related Posts

Holding Enumerator Training, CPPS UGM is Ready to Conduct a Study on Indonesian Migrant Workers in Japan

EventsMain SlidePress ReleaseTraining Thursday, 16 November 2023

Yogyakarta – Center for Population and Policy Studies (CPPS) UGM in collaboration with the Japan International Cooperation Agency (JICA) conducted a study regarding the Japanese language training system for internship and/or work programs in Japan […].

Technical Education and Training Center Sends MEP Study Team to CPPS UGM

CPPS' NewsMain SlideMedia ArchivesPress Release Wednesday, 16 August 2023

PSKK UGM – Education and Training Center for Educational and Religious Technical Personnel sent a team to study Monitoring, Evaluation and Learning techniques at the Center for Population and Policy Studies Gadjah Mada University (CPPS […].

CPPS UGM Holds World Population Day Seminar Discussing Women’s Rights and Voices Towards Demographic Resilience

Conference / SeminarCPPS' NewsInformationMain SlidePress Release Thursday, 27 July 2023

Yogyakarta –  In commemoration of World Population Day 2023, the UGM Center for Population and Policy Studies (CPPS) held a seminar with the theme “A Population of 8 Billion: Understanding Population Trends to Understand Women’s […].

Exploring the Role of Digital Forensics in Cyber Incident Disclosure

CPPS' NewsInformationMain SlidePress ReleaseSeminar Wednesday, 17 May 2023

CPPS UGM – MDKIK SPs UGM in collaboration with CPPS UGM successfully held a public lecture entitled “The Role of Digital Forensics in Disclosure of Cyber Incidents” on Tuesday, 16 May 2023.
Universitas Gadjah Mada

CENTER FOR POPULATION AND POLICY STUDIES

Universitas Gadjah Mada

Jl. Tevesia, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta

Email: secretary_cpps@ugm.ac.id

Telp: (0274) 547867

Fax: (0274) 556563

Association and Partnership

Association

Partnership

  • Universities
  • Government
  • Private Companies
  • Non-governmental Organizations
  • Donor Institutions & UN Organizations

© 2017 Center for Population and Policy Studies Universitas Gajah Mada