Pameran Arsip 1970an PSKK UGM Jejak Kajian Kependudukan Pada Studium Generale UGM–UNFPA

PSKK UGM – Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM menggelar pameran arsip bertajuk, “Jejak Kajian PSKK UGM Sejak 1973: Dari Demografi Klasik ke Kependudukan Kontemporer” menyoroti jejak kajian riset PSKK UGM sejak 1970 an.

Berlangsung selama enam hari, pameran arsip ini diadakan di depan Auditorium PSKK UGM, Jl. Tevesia Bulaksumur, Sagan, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 5528 pada  Selasa, 13 Oktober 2026 hingga Jumat, 16 Oktober 2026.

Arsip yang dipamerkan menjelaskan bahwa pada periode awal, fokus kajian riset PSKK UGM berorientasi pada paradigma demografi klasik yaitu, fertilitas, mortalitas, dan migrasi. Tema fertilitas-mortalitas, seperti keluarga berencana, nilai anak, dan alat kontrasepsi pria menjadi fokus untuk merespons kebijakan pembangunan era Orde Baru dan menjadi embrio dalam studi wanita pada era 1980-an, serta studi gender pada akhir 1990-an. Seiring berjalannya waktu, ketiga tema itu kemudian bergeser menuju paradigma kependudukan kontemporer.

Pada pameran arsip PSKK UGM, ditata sejumlah buku hasil riset awal lembaga serta foto lawas, pita kaset, CD-R, disket, dan banyak piranti pendukung pengambilan data lapangan yang digunakan peneliti PSKK UGM di masa lampau. Selain itu, pada acara ini juga menyuguhkan buku-buku cetakan terbaru PSKK UGM yang bertujuan menjelaskan dinamika perkembangan riset lembaga kependudukan dari masa ke masa.

Pameran arsip yang dipaparkan mencakup kertas kerja karya Chris Manning (1982) yang menjelaskan bahwa angka pengangguran terbuka yang rendah tidak serta-merta mencerminkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ada pula buku migrasi dari hasil riset yang ditulis peneliti PSKK UGM, Ida Bagus Mantra (1989) yang berfokus pada dinamika migrasi sirkuler dari desa ke kota.

Di sudut pameran terdapat kotak pos merah berlabel ‘Pos Indonesia Yogyakarta Nomor 85’. Kotak pos itu merujuk pada riset awal pendiri PSKK UGM, Masri Singarimbun (1973) bertajuk “Kondom Melalui Pos” tahun 1975. Masri Singarimbun, pada tahun tersebut melakukan eksperimen lewat iklan di surat kabar, di mana masyarakat diminta mengirim perangko ke Kotak Pos 85 Yogyakarta untuk memperoleh kondom dan buku keluarga berencana. Hasil eksperimen tersebut diikuti lebih dari 300 pemesan dari berbagai wilayah.

Pameran arsip ini selaras dengan tema forum Studium Generale UGM–UNFPA bertajuk, “Hopes, Choices, and the Future: Young People in Indonesia’s Population Dynamics” kerja sama UNFPA, PSKK UGM, Fakultas Geografi UGM, dan MDKIK SPs UGM. Pada forum tersebut, peneliti ahli menekankan bahwa Indonesia tengah mengalami bonus demografi, namun besarnya proporsi penduduk usia produktif hanya akan menjadi peluang bila diimbangi dengan investasi pada pendidikan dan kesehatan berkualitas, peningkatan keterampilan dan kompetensi generasi muda, penciptaan lapangan kerja layak dan produktif, kesetaraan kesempatan bagi perempuan dan laki-laki, serta kebijakan kependudukan yang inklusif.

Sebagai informasi, Studium Generale UGM–UNFPA menghadirkan Kaja Glomm (Ambassador-Designate Norwegia untuk Indonesia), dan Andrew Saberton (Asisten Sekretaris Jenderal PBB sekaligus Wakil Direktur Eksekutif (Manajemen) UNFPA). Pada sesi panelist, acara ini mengundang perwakilan UNFPA dan peneliti senior PSKK UGM.

Pada sesi penutup diskusi, Evita Hanie Pangaribowo, dosen Fakultas Geografi UGM sekaligus peneliti PSKK UGM menegaskan bahwa pembahasan kependudukan tidak berhenti pada angka namun seberapa banyak pilihan yang dimiliki generasi muda untuk kesejahteraan hidupnya.

“Ini bukan semata-mata tentang jumlah penduduk muda, tetapi tentang bagaimana mereka memiliki kemampuan dan kebebasan untuk menentukan pilihan hidup serta mewujudkan aspirasi mereka,” ujar Evita.

 

 

Penulis: Rafael Jatmiko
Editor: Nuraini Ika
Foto: Dok.PSKK UGM/Rafael Jatmiko