“Kemudian pertanyaannya bukanlah seberapa banyak jumlah kaum muda yang dimiliki oleh Norwegia atau Indonesia, melainkan pilihan apa saja yang tersedia bagi kaum muda tersebut,” papar Kaja Glomm, Ambassador-Designate of Norway to Indonesia.
Arsip 2026:
Oktober
"Pesan utama saya adalah bahwa masa depan demografis tidak hanya ditentukan oleh angka semata, melainkan oleh peluang yang dimiliki masyarakat serta pilihan-pilihan yang benar-benar dapat mereka ambil,” ujar Andrew saat menjadi keynote speech di acara stadium generale UGM-UNFPA
Peneliti Senior Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, Dewi Haryani Susilastuti, Ph.D., menekankan pentingnya investasi pada perempuan dan anak perempuan, terutama melalui pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, kesetaraan gender, dan perlindungan sosial sehingga bisa terwujudnya dividen gender dalam bonus demografi.
Dr. Aleksandar Sasha Bodiroza, Deputi Direktur Regional United Nations Population Fund (UNFPA) Asia dan Pasifik pada acara Studium Generale UGM-UNFPA menekankan bahwa pemerintah Indonesia perlu merumuskan kebijakan kependudukan yang adaptif.
“Hal ini membawa kita pada aspek adaptabilitas, di mana seluruh kebijakan, layanan, hingga pendanaan harus mencerminkan kenormalan baru dan perubahan yang terjadi,” ujar Sasha saat menjadi panelist di acara Studium Generale UGM-UNFPA bertajuk, “Hopes, Choices, and the Future: Young People in Indonesia’s Population Dynamics” kolaborasi UNFPA, Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, Fakultas Geografi UGM, dan MDKIK Sps UGM di Auditorium PSKK UGM pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Peneliti Senior Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A., menegaskan bahwa kelimpahan penduduk usia produktif Indonesia tidak otomatis menghasilkan bonus demografi tanpa penyediaan pekerjaan yang layak dan berkualitas di seluruh wilayah.
Kaja Glomm, Ambassador-Designate of Norway to Indonesia saat menjadi Keynote Speech acara Stadium Generale UGM–UNFPA menekankan bahwa bonus demografi dapat menjadi peluang pembangunan apabila besarnya proporsi penduduk usia produktif diimbangi dengan investasi pada pendidikan dan kesehatan berkualitas, peningkatan keterampilan dan kompetensi generasi muda, penciptaan lapangan kerja layak dan produktif, kesetaraan kesempatan bagi perempuan dan laki-laki, serta kebijakan kependudukan yang inklusif.