Mendorong Terciptanya Pendidikan Berkualitas, PSKK UGM Melakukan 2 Riset Pembangunan Sektor Pendidikan di 2022

05 Desember 2022 | media_cpps
Berita PSKK, Informasi, Main Slide, Pojok SDGs, Siaran Pers

PSKK UGM – Pendidikan merupakan variabel penting dalam pembangunan kependudukan dan sebagai salah satu faktor utama untuk melihat kualitas penduduk suatu bangsa. PSKK UGM telah melakukan sejumlah penelitian untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Pada 2022, ada dua riset PSKK UGM yang berfokus pada isu pendidikan; yang didanai oleh PT Palladium International Indonesia di bawah payung Program Kemitraan Australia-Indonesia Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI).

Studi pertama berfokus pada kemampuan literasi anak, yang secara khusus melihat dampak kebijakan pembelian buku bacaan anak terhadap peningkatan keterampilan literasi siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara).

Lebih detail, studi ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan menganalisis implementasi kebijakan pembelian buku bacaan menggunakan anggaran BOSDA di Kabupaten Bulungan; dan (2) menganalisis pengaruh praktik implementasi kebijakan pembelian buku bacaan terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada informan kunci dan asesmen kepada siswa guna menjawab dua tujuan studi tersebut. Sekolah yang menjadi sampel sejumlah 30 SD; siswa yang dinilai adalah siswa kelas 3 dan 5 yang  secara total berjumlah 12 siswa tiap sekolah. Informan kunci adalah para pelaksana kebijakan di level daerah dan sekolah.

Studi PSKK UGM kedua adalah peningkatan kapasitas untuk melakukan monitoring dan evaluasi (M&E) dalam penyediaan buku dan pelaksanaan “Kurikulum Merdeka”.

Studi ini bertujuan untuk (1) memberikan peningkatan kapasitas bagi mitra kabupaten/CSO INOVASI untuk menyusun dan menerapkan sistem M&E untuk (a) penyediaan buku, dan (b) pelaksanaan Kurikulum Merdeka, tergantung pada program yang dilaksanakan oleh mitra kabupaten; dan (2) peningkatan kapasitas diharapkan memungkinkan tim M&E lokal untuk mengumpulkan, menganalisis, merefleksikan, dan melaporkan hasil M&E mereka sendiri untuk meningkatkan program.

Studi dilakukan di delapan kabupaten yang ada di Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara. Aktivitas yang dilakukan dalam studi ini adalah (a) menyusun modul dan instrumen M&E; (b) melakukan uji coba instrumen M&E; (c) mengembangkan program pemrosesan data hasil M&E; (d) memberikan pelatihan dan pendampingan bagi tim M&E di tingkat kabupaten/kota untuk melakukan M&E secara mandiri dalam pelaksanaan program penyediaan buku dan “Kurikulum Merdeka”.***