RUANG PUBLIK JOGJA: Fungsi Ruang Publik Tidak Sekadar Penghijauan | Harian Jogja

04 Oktober 2017 | admin
Arsip Media, Berita PSKK, Main Slide, Media

Harianjogja.com, JOGJA – Fungsi ruang publik bukan sekadar penghijauan saja, tetapi bisa menjadi media menjalin harmonisasi antar kelompok masyarakat.

Kepala Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM Agus Heruanto mengatakan, ruang publik juga bagian dari menciptakan ruang bertemu antar berbagai kelompok, berbagai suku, agama dalam satu tempat. Manfaatnya ruang publik dinilai besar. Masyarakat bisa saling mengenal suku dan budaya.

Ia menjelaskan, dalam ruang publik nanti bisa diisi dengan seni budaya yang tidak perlu diorganisasi secara besar-besaran tetapi membiarkan kelompok masyarakat berkreasi dengan seninya sendiri.

“Sangat penting membangun kebersamaan keberagaman melalui ruang publik. Kalau saya mengatakan kebijakan investasi ruang publik itu malah wajib, karena itu tugas pemerintah,” ujar dia kepada Harian Jogja, Senin (2/10/2017)

Jika ruang publik sudah tersedia, pengelolaannya seringkali lemah. Ia menyarakan, perlu ada tanggung jawab bersama dalam pengelolaan. Masyarakat bisa melibatkan perusahaan melalui CSR.

“Pemerintah yang mengelola bersama masyarakat. Mungkin perusahaan di Jogja diberi tanggungjawab mengelola melalui CSR-nya, masyarakat, dunia usaha mungkin juga LSM itu bareng- bareng mengelola,” jelas dia. []

*Sumber: Harian Jogja | Foto: Petugas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jogja bersama petugas UPT Malioboro dan para pedagang kawasan Malioboro membersihkan jalan dan trotoar dengan menyemprotkan air dari mobil tangki bertekanan tinggi, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini untuk memberikan kenyamanan pada para wisatawan. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)