PSKK UGM – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat ke Jepang melonjak tajam. Berdasarkan data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), jumlah PMI ke Jepang pada 2025 mencapai 19.970 orang, naik sekitar 57% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 12.719 orang pada 2024.
Merespons tren tersebut, PSKK UGM menjalin kerja sama riset dengan Rikkyo University, Jepang, untuk mengkaji pengelolaan remitansi PMI yang bekerja di Jepang.
Pertemuan awal membahas kerja sama ini dihadiri Kepala PSKK UGM Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo bersama dua peneliti ahli, Dr. Agus Joko Pitoyo, M.A., dan Sri Purwatiningsih, S.Si., M.Kes., serta perwakilan Rikkyo University, Prof. Dr. Sari Kayoko Ishii pada Selasa, 11 Agustus 2026 di Gedung Masri Singarimbun PSKK UGM.

Pada kesempatan berbeda, peneliti PSKK UGM, Sri Purwatiningsih menjelaskan riset ini akan berfokus pada Program Government to Government (G to G) Jepang-Indonesia dan pengaruhnya terhadap kepemilikan lahan pedesaan di Indonesia.
“Minat PMI ke Jepang saat ini meningkat. Anak-anak muda sekarang tampaknya banyak yang tertarik untuk berangkat ke Jepang. Karenanya kita mencoba untuk menangkap fenomena ini khususnya pada program G to G Jepang dan Indonesia,” ujar Sri Purwatiningsih.
Perhatian pada isu ini bermula dari riset sebelumnya yang dilakukan PSKK UGM di Jawa Timur. Saat itu, tim peneliti bertemu sejumlah mantan PMI yang menceritakan pola pemanfaatan hasil kerja mereka di luar negeri.
“Jadi saat PSKK riset terkait pekerja migran di Jawa Timur beberapa waktu lalu, kita bertemu dengan sejumlah mantan PMI. Mereka menceritakan bahwa uang dari hasil bekerja di luar negeri banyak yang dibelikan tanah sawah di desa,” papar Sri.
Peneliti PSKK UGM ini juga menyampaikan bahwa kecenderungan tersebut mungkin berkaitan dengan budaya dan status sosial masyarakat Jawa pedesaan.
“Mereka (mantan PMI) yang kami temui itu menceritakan bahwa lebih memilih membeli tanah sawah ketimbang yang lainnya, misalnya emas, mungkin karena di masyarakat sekitarnya, tanah lebih terlihat, ya, dan bisa mengangkat status sosial,” ujarnya.
Meski demikian, Sri menegaskan bahwa temuan tersebut baru temuan awal, mengingat riset PSKK sebelumnya berfokus pada isu PMI lainnya. Oleh karenanya penelitian ini hadir untuk menggali lebih dalam terkait pemanfaatan remitansi PMI terhadap kepemilikan lahan di pedesaan.
PSKK UGM dan Rikkyo Univeristy berencana melakukan pengambilan data pada sejumlah daerah di Jawa Timur. Pemilihan provinsi ini sejalan dengan data KP2MI yang mencatat Jawa Timur sebagai provinsi asal PMI terbanyak secara nasional pada 2025 yakni di angka 69.925 pekerja.
“Kita berencana akan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Targetnya riset ini akan turun ke lapangan untuk pengambilan data pada Oktober mendatang,” pungkas Sri Purwatiningsih.
Penulis: Nuraini Ika P.
Foto: Pixabay dan Arsip Media PSKK