• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Portal IT
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Tentang PSKK
    • Peneliti
  • Penelitian
    • Penelitian
    • Database
  • Publikasi
    • Jurnal Populasi
    • Publikasi
  • Kegiatan
  • Media
  • Home
  • Media

Fundamentalis Agama Hambat Pengendalian Penduduk

  • Media
  • 23 Juni 2014, 10.52
  • Oleh : admin

JAKARTA, BKKBN – Agama dinilai masih kurang dibahas dalam mempelajari perkembangan program Keluarga Berencana (KB), di sisi lain meningkatnya fundamentalis agama merupakan salah satu yang menghambat program pengendalian penduduk melalui keluarga berencana. Padahal, pengaruh agama terhadap keberhasilan program pengendalian penduduk ini sangat nyata.

Karena itu, perlu dilakukan upaya penguatan kluster agama di Badan Kependudukan dan KB Nasional (BKKBN). Kluster ini secara detail merumuskan cara advokasi dan bahasa yang tepat untuk menghadapi berbagai argumen yang dikemukakan para fundamentalis agama.

Hal tersebut disampaikan pakar kependudukan dari Universitas Gadjah Mada, Muhajir Darwin, dalam seminar nasional bertemakan Analisis Dampak Kependudukan Terhadap Pembangunan pada 2014 berkerja sama BKKBN dan Bappenas, di Jakarta, baru-baru ini. Muhajir menjelaskan, meningkatnya fundamentalis agama adalah salah satu yang dianggap memberikan kontribusi pada berbagai indikasi mengkhavirkan dan berujung pada re-sistensi program KB di masyarakat.

Padahal, menurutnya salah satu kunci keberhasilan program KB pada masa Orde Baru adalah karena pemerintah berhasil meraih dukungan dari tokoh agama.

Hal ini didukung oleh studi atau analisis dampak kependudukan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh BKKBN untuk memberikan gambaran jelas persoalan di masyarakat guna pengembangan model intervensi yang solutif. Kaitannya dengan agama serta KB, studi ini difokuskan pada masalah politik dan reproduksi Islam salafi pasca-Orde Baru di Aceh dan Sulawesi Selatan.

Cenderung Meningkat

Menurut Muhajir, tidak diketahui angka pasti jumlah pengikut kelompok salafi. Namun, diperkirakan ada sekitar 5% dari total penduduk Muslim di Indonesia. Meskipun mereka minoritas, jumlah pengikut salafi cenderung meningkat.

Selain masuknya orang baru ke aliran ini, juga karena tingginya angka fertilitas dari keluarga salafi, sekitar 5-6 anak. Tingginya angka fertilitas ini dalam jangka panjang akan menciptakan gelembung penduduk muda. [P-13]

*Sumber: Portal BKKBN | Ilustrasi: Perempuan salafi saat aksi protes pembunuhan Bin Laden di Kairo

Tags: BKKBN fertilitas KB kelompok fundamentalis keluarga Muhadjir Darwin orde baru penduduk muslim pengendalian penduduk Salafi tokoh agama

Related Posts

Menuju SDGs 2030, Indonesia Dinilai Memiliki Banyak Tantangan untuk Peningkatan Derajat Kesehatan

Berita PSKKInformasiMain SlidePojok SDGs Jumat, 30 Juli 2021

Indonesia ditargetkan bisa menekan MMR hingga 70 persen pada 2024, namun hal ini akan sulit tercapai karena penyebab kematian ibu pascapersalinan masih banyak diakibatkan oleh gangguan hipertensi dan pendarahan.

Pakar Kependudukan: Program KB di Indonesia Sedikit Mengendur

Arsip MediaInformasi Senin, 2 November 2020

Program Keluarga Berencana (KB) saat ini dinilai mengendur sejak awal reformasi. Berbeda dengan era Orde Baru yang memang memiliki komitmen politik kuat untuk menerapkan program KB yang terencana, massal, dan menyeluruh. Lantas apakah program KB di Indonesia saat ini masih menjadi prioritas?

Fokus Persiapkan Raih Bonus Demografi | KOMPAS

Arsip MediaBerita PSKKMain SlideMedia Selasa, 1 Agustus 2017

Kegagalan Bisa Memicu Konflik Sosial, Ekonomi, dan Politik JAKARTA, KOMPAS – Meski puncak bonus demografi tahun 2020-2040 tinggal sebentar lagi, kondisi berbagai syarat agar bonus itu bisa diraih masih memprihatinkan.

KULIAH UMUM SURYA CHANDRA: BKKBN Berkomitmen Dorong Revolusi Mental Melalui KKBPK

Berita PSKKKegiatanMain SlideMediaSeminar Rabu, 22 Maret 2017

Yogyakarta, PSKK UGM – Kembali, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, dr. Surya Chandra Surapatty, MPH, Ph.D. menyampaikan pentingnya penduduk ditempatkan sebagai titik sentral di dalam pembangunan.
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEPENDUDUKAN DAN KEBIJAKAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Tevesia, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta

 secretary_cpps@ugm.ac.id
 +62 (274) 547867
 +62 (274) 556563

Survey Layanan Digital Aplikasi JMO BPJSTK PSKK UGM

 

 

Asosiasi dan Kemitraan

Asosiasi

Mitra

  • Perguruan Tinggi
  • Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah
  • Perusahaan Swasta
  • Lembaga Sosial Masyarakat (LSM)
  • Lembaga Donor dan UN Organizations

© 2017 Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada