• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Portal IT
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Tentang PSKK
    • Peneliti
  • Penelitian
    • Penelitian
    • Database
  • Publikasi
    • Jurnal Populasi
    • Publikasi
  • Kegiatan
  • Media
  • Home
  • Media

77,7 Persen Pasangan Usia Subur di Klaten Sudah Ber-KB

  • Media
  • 21 Juli 2014, 09.50
  • Oleh : admin

KLATEN, Suara Merdeka – Dari pendataan keluarga diketahui ada 204.523 pasangan usia subur (PUS) di Klaten atau 77,7 persen, sudah mengikuti program keluarga berencana (KB), sedangkan 22,3 persen PUS belum menjadi akseptor KB. Total fertility rate (TFR) hasil pendataan keluarga sudah ideal yakni 2,01.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Klaten Siti Aisyah Agustine saat peluncuran pemutakhiran pendataan kependudukan dan KB, Jumat (18/7).

Peluncuran ditandai dengan pendataan keluarga Bupati H Sunarna SE M.Hum di rumah dinas Jalan Pemuda Selatan, Klaten Tengah.

"Pemutakhiran pendataan keluarga dilakukan untuk mendukung pelaksanaan operasional dan manajemen program kependudukan dan KB nasional. Data yang akurat bisa bisa digunakan untuk memantau keberhasilan program kependudukan dan KB di Klaten," kata Siti Aisyah Agustien.

Pendataan dilakukan oleh beberapa petugas dari Kantor PPKB, dengan mengisi formulir yang sudah disediakan sesuai jawaban responden. pendataan disaksikan Camat Cawas Drs Muh Nasir MM, dan dua perangkat Desa Posakan, Cawas tempat keluarga Bupati tercatat sebagai penduduk.

Istri bupati Hj Yani Sunarna menjawab pertanyaan petugas, mulai dari usia saat menikah, kapan mempunyai anak pertama, sampai program KB yang saat ini diikuti. Setelah semua data tercatat rapi, responden diminta untuk membubuhkan tanda tangan. Nantinya data itu akan dimasukkan ke database.

Di Klaten data kependudukan dan KB sudah menyatu, sehingga akan memudahkan dalam melaksanakan program KB. Keberhasilan menurunkan program KB telah menghasilkan transisi demografi yang ditandai dengan turunnya angka kelahiran dan kematin, serta meningkatkan angka harapan hidup.

Hal itu ditunjukkan dengan adanya perubahan struktur umur penduduk usia di bawah 15 tahun, serta meningkatkan usia produktif (15-64 tahun) dan usia tua (65 tahun ke atas) secara perlahan. Semua itu memberi peluang meningkatkan pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun antara 2020-2025, bila kelahiran bisa dikendalikan.

"Untuk mendukung pelaksanaan pemutakhiran data, kami akan menggelar sosialisasi dan pembekalan pendataan keluarga dan mutasi data keluarga di Gedung Wanita, Selasa (22/7). Kegiatan itu akan dihadiri sekitar 100 orang yang akan diterjunkan untuk melakukan pendataan," tegas Agsutien. [] Merawati Sunantri / CN39 / SMNetwork

*Sumber: Suara Merdeka | Ilustrasi: kidsklik

Tags: data kependudukan KB Kependudukan Klaten pasangan usia subur Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana pemutakhiran data PPKB

Related Posts

Polemik Miras DI Yogyakarta: Perbedaan Persepsi dan Regulasi Usang di Era Digital

Berita PSKKInformasiMain SlideMediaSiaran Pers Selasa, 29 Juli 2025

PSKK UGM – Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM mengadakan audiensi hasil riset terkait polemik miras – minuman keras – di Yogyakarta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DI Yogyakarta pada Senin, 28 Juli […].

Penerapan Model Bayesian pada Proyeksi Penduduk dan Implikasinya Terhadap Perubahan Struktur Umur Penduduk Indonesia 2015-2045

Buku Senin, 26 Mei 2025

Buku ini diantaranya membahas pergeseran dari perspektif deterministic menuju ke perspektif probabilistic dan model proyeksi penduduk bayesian.

Pakar PSKK UGM dan Aktivis Gender Ungkap Peran Penting Gerakan Anak Muda di Ruang Digital Terkait Kasus Kekerasan Seksual 

Berita PSKKInformasiKegiatanKonferensi / SeminarMain SlideSiaran Pers Rabu, 20 Desember 2023

Yogyakarta – Pada dua dekade terakhir isu-isu gender seperti kekerasan berbasis gender, politik seksual, kesehatan mental, seksual, dan reproduksi menemukan fokus baru di dunia digital sehingga terjadi perubahan bentuk, modus, dan aktornya.

Pakar Kependudukan: Program KB di Indonesia Sedikit Mengendur

Arsip MediaInformasi Senin, 2 November 2020

Program Keluarga Berencana (KB) saat ini dinilai mengendur sejak awal reformasi. Berbeda dengan era Orde Baru yang memang memiliki komitmen politik kuat untuk menerapkan program KB yang terencana, massal, dan menyeluruh. Lantas apakah program KB di Indonesia saat ini masih menjadi prioritas?
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEPENDUDUKAN DAN KEBIJAKAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Tevesia, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta

 secretary_cpps@ugm.ac.id
 +62 (274) 547867
 +62 (274) 556563

Survey Layanan Digital Aplikasi JMO BPJSTK PSKK UGM

 

 

Asosiasi dan Kemitraan

Asosiasi

Mitra

  • Perguruan Tinggi
  • Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah
  • Perusahaan Swasta
  • Lembaga Sosial Masyarakat (LSM)
  • Lembaga Donor dan UN Organizations

© 2017 Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada