• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Portal IT
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Tentang PSKK
    • Peneliti
  • Penelitian
    • Penelitian
    • Database
  • Publikasi
    • Jurnal Populasi
    • Publikasi
  • Kegiatan
  • Media
  • Home
  • Media

[SIARAN PERS] ERA BARU MEA: Indonesia Perlu Susun Strategi dan Kebijakan Kependudukan yang Tepat

  • Media, Siaran Pers
  • 18 September 2015, 08.14
  • Oleh : admin

Yogyakarta, PSKK UGM – Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian dunia dihadapkan pada masalah pelemahan ekonomi global yang bersifat multidimensional. Pelemahan ekonomi global ini berdampak pada perekonomian kawasan, termasuk ASEAN. Indonesia sebagai bagian dari ASEAN juga mengalami imbas dari problem tersebut. Dampak dari permasalahan ekonomi global bagi perekonomian nasional, antara lain ditandai oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi. Optimisme pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen diperkirakan tidak akan tercapai, bahkan kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi terjadi pada kisaran 4 persen.

Pelemahan ekonomi global juga berdampak terhadap pasar mata uang. Mata uang rupiah, cenderung terdepresiasi terhadap mata uang dolar Amerika. Depresiasi mata uang nasional akan berdampak pada perekonomian nasional, termasuk laju pertumbuhan perdagangan internasional. Kinerja ekspor nasional sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan akan mengalami pelambatan. Dampak lain dari pelemahan ekonomi global bagi Indonesia adalah melambatnya laju investasi.  Jika tidak direspon dengan tepat dan hati-hati, maka pelemahan perekonomian global berpotensi menjadi krisis ekonomi.

Mempertimbangkan kondisi perekonomian tersebut, penting kiranya untuk mengkaji dampak dari pelemahan ekonomi global bagi Indonesia, termasuk kesiapan Indonesia untuk menghadapi era baru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku pada tahun 2016. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat dunia, Indonesia perlu merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat di bidang kependudukan agar dapat bersaing dengan negara-negara lain.

Pembangunan dalam bidang kependudukan merupakan salah satu isu strategis nasional karena pada satu sisi penduduk merupakan aset penting pembangunan yang harus didayagunakan untuk menghasilkan kemajuan bangsa. Pada sisi lain, penduduk bisa menjadi beban pembangunan ketika kualitasnya tidak bisa dioptimalkan. Perencanaan pembangunan berbasis kependudukan merupakan kebutuhan mendasar bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian serius untuk merumuskan strategi pembangunan yang pada satu sisi mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pada saat yang sama mampu menyelesaikan berbagai isu kependudukan.

Isu ini dibahas dalam seminar Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM yang bertajuk “PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN DI INDONESIA: Prospek dan Tantangannya Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”, Kamis (17/9). Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Hal Hill dari Crawford School of Public Policy, Australian National University yang mengulas banyak tentang kebangkitan ekonomi di wilayah Asia Tenggara. Kemudian ada pula Prof. Dr. Chris Manning, dari The Arndt-Corden Department of Economics, Australian National University yang saat ini juga menjadi peneliti tamu di PSKK UGM.

Menurutnya Hill, ada beberapa hal yang dapat dipelajari oleh negara-negara berkembang dari negara-negara di Asia Tenggara. Pertama, kemampuan untuk mengelola industrialisasi yang berorientasi pada ekspor melalui investasi asing secara langsung (foreign direct investment) sehingga ada bentuk partisipasi dalam jaringan produksi global. Kedua, mampu mempertahankan manajemen ekonomi makro yang baik. Ketiga, memiliki ketahanan serta mampu pulih dari krisis yang mendalam. Keempat, mampu mengelola masa transisi dari bentuk pemerintahan otoriter ke pemerintahan demokratis dengan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi.

”Selain itu, mampu mengembangkan secara efektif kerja sama regional dan integrasinya di antara negara-negara anggota ASEAN. Bahkan, bisa membangun infrastruktur terbaik di dunia seperti yang dilakukan Singapura,” kata Hill. [] Media Center PSKK UGM | Photo (dari kiri-kanan) Chris Manning, Mulyadi Sumarto, dan Hal Hill.

Tags: ASEAN Chris Manning Hal Hill MEA 2015 pelemahan ekonomi global pembangunan kependudukan perencanaan pembangunan pertumbuhan ekonomi

Related Posts

[Media Archives] Program Rutin Gagal Atasi Ketimpangan dan Kemiskinan

Media Kamis, 17 Desember 2015

KORAN JAKARTA – Pemerintah diminta menyusun kebijakan yang komprehensif untuk menyelesaikan akar masalah struktural perekonomian terutama ketimpangan pendapatan dan kemiskinan. Pasalnya, selama ini pemerintah cenderung hanya mengandalkan cara mudah dengan menggelar program rutin yang terbukti […].

[Media Archives] Ketimpangan Pendapatan Jadi Ancaman Serius bagi Ekonomi RI

Media Senin, 14 Desember 2015

Indikator Pembangunan | Pertumbuhan Hanya Dinikmati Orang Kaya KORAN JAKARTA – Ketimpangan pendapatan di Indonesia dinilai bakal menjadi ancaman serius bagi perekenomian bangsa selama strategi pembangunan nasional masih mengandalkan pertumbuhan sebagai target utama pengukuran kinerja […].

JARING ASMARA 2015: Sorot Isu Strategis Mulai Ekonomi Kerakyatan Sampai Pembangunan Kewilayahan

Media Selasa, 27 Oktober 2015

Yogyakarta, PSKK UGM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada kembali melakukan kegiatan Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara).

HAL HILL: 2050, Indonesia Diproyeksikan Jadi Negara Terbesar Keempat Dunia

Berita PSKKKegiatanMediaSeminar Selasa, 6 Oktober 2015

Yogyakarta, PSKK UGM – Negara-negara besar yang tergolong maju saat ini belum tentu akan sama majunya di masa yang akan datang. Pakar ekonomi dari Crawford School of Public Policy, Australian National University, Prof. Hal Hill […].
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEPENDUDUKAN DAN KEBIJAKAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Tevesia, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta

 secretary_cpps@ugm.ac.id
 +62 (274) 547867
 +62 (274) 556563

Survey Layanan Digital Aplikasi JMO BPJSTK PSKK UGM

 

 

Asosiasi dan Kemitraan

Asosiasi

Mitra

  • Perguruan Tinggi
  • Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah
  • Perusahaan Swasta
  • Lembaga Sosial Masyarakat (LSM)
  • Lembaga Donor dan UN Organizations

© 2017 Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada