• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Portal IT
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Tentang PSKK
    • Peneliti
  • Penelitian
    • Penelitian
    • Database
  • Publikasi
    • Jurnal Populasi
    • Publikasi
  • Kegiatan
  • Media
  • Home
  • Media

Target Kemiskinan MDGS 2015 Sulit Tercapai

  • Media
  • 12 Agustus 2015, 08.34
  • Oleh : admin

Skalanews – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan target kemiskinan Millenium Development Goals (MDGs) yang ditargetkan pada 2015 sulit tercapai karena beberapa indikator masih jauh dari target.

"Target kemiskinan masih berat. Kemiskinan menggunakan target garis kemiskinan sebesar 50 persen untuk 2015," ujar Deputi Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Bappenas Nina Sardjunani dalam pengantar lokakarya dan pemaparan 'Pencapaian MDGs Indonesia' di Surabaya, Senin (10/8).

Ia mengatakan persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional hingga akhir 2014 sebanyak 11,25 persen, sedangkan targetnya adalah 7,55 persen sampai akhir 2015 dari 15,10 persen pada 1990.

Untuk indeks kedalaman kemiskinan, ia mengatakan yakin akan tercapai karena targetnya berkurang di 2015 dan hingga akhir 2014 menurun menjadi 1,75 persen dari 2,70 persen di 1990.

Proporsi penduduk dengan pendapatan kurang dari satu dollar AS per kapita per hari berdasarkan data terakhir 2008, Nina mengatakan masih sebanyak 5,9 persen dan kini sudah tercapai sesuai target, yakni 10,30 persen.

Sementara itu, untuk penanggulangan kemiskinan dan kelaparan dengan target menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan dalam kurun waktu 1990-2015, ia mengatakan beberapa target dapat tercapai, misalnya prevalensi balita kekurangan gizi, prevalensi balita gizi buruk dan prevalensi balita gizi kurang.

Hingga akhir 2013, ujar dia, prevalensi balita kekurangan gizi sebanyak 19,60 persen dengan target 15,50 persen, prevalensi balita gizi buruk sebanyak 5,70 persen dengan target 3,60 persen dan prevalensi balita gizi kurang sebesar 13,90 persen dengan target 11,90 persen.

Meski begitu, Nina menuturkan target proporsi penduduk dengan asupan kalori di bawah tingkat konsumsi minimum, yakni 1.400 kkal per kapita per hari dan 2.000 kkal per kapita per hari memerlukan perhatian khusus untuk menurunkan jumlahnya.

"Pada akhir 2014, proporsi penduduk dengan asupan kalori minimum 1.400 kkal perkapita per hari masih 17,39 persen dari target 8,5 persen, sedangkan proporsi penduduk dengan asupan kalori minimum 2.000 kkal perkapita per hari sebanyak 66,96 persen dari target 35,32 persen," ujar Nina.

Sedangkan untuk proporsi tenaga kerja yang berusaha sendiri dan pekerja bebas keluarga terhadap total kesempatan kerja hingga akhir 2014 sebanyak 42,57 persen, jauh menurun dibandingkan pada 1990 sebanyak 71 persen.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, ia menuturkan kemiskinan paling banyak terdapat di Papua dengan jumlah 30,05 persen dan Papua Barat sebesar 27,13 persen.

"Paling berat Papua karena kini satu dari tiga penduduknya masuk kategori miskin," kata dia.

Sementara itu, upaya percepatan pencapaian MDGs diatur dalam Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tentng Program Pembangunan yang Berkeadilan dan Surat Edaran Menteri PPN dan Menteri Dalam NEgeri Nomor 0068/M.PPN/02/2012 dan Nomor 050/583/SJ. (bus/ant)

*Sumber: Skalanews | Ilustrasi kesenjangan ekonomi/rmol

Related Posts

Ringkasan Penelitian PSKK UGM

Strategi Pengembangan UMK dan Koperasi untuk Perluasan Kesempatan Kerja di Kab. Kampar

Ringkasan Penelitian Rabu, 17 Desember 2025

Studi PSKK UGM menemukan masih adanya kendala dalam upaya pemberdayaan UMK dan koperasi di Kabupaten Kampar, mencakup terkait dengan pendanaan program dan permodalan, data base UMK dan koperasi, kualitas dan kontinuitas produk, efektivitas program pemberdayaan UMK dan koperasi, serta kemitraan antarpemangku kepentingan di sektor UMK dan koperasi. 
Risalah Kebijakan PSKK UGM

Strategi Pengembangan Potensi Pariwisata di Kabupaten Kampar

Risalah Kebijakan Rabu, 17 Desember 2025

Riset ini bertujuan memetakan isu-isu strategis kepariwisataan di Kab. Kampar serta memberikan rekomendasi kebijakan pengembangan potensi pariwisata yang lebih optimal.
Risalah Kebijakan PSKK UGM

Mitigasi Lingkungan dan Masyarakat untuk Mewujudkan Investasi Hijau di IKN

Risalah Kebijakan Rabu, 17 Desember 2025

Hasil kajian PSKK UGM (2024) membuktikan bahwa sangat tidak mudah untuk menerapkan strategi investasi hijau (green investment)dalam proses pembangunan IKN.
Risalah Kebijakan PSKK UGM

Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Purworejo

Risalah Kebijakan Rabu, 17 Desember 2025

Kemiskinan ekstrem di Kabupaten Purworejo dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk mengatasinya. Data yang digunakan adalah hasil studi PSKK UGM pada tahun 2023 dengan metode kualitatif. 
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEPENDUDUKAN DAN KEBIJAKAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Tevesia, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta

 secretary_cpps@ugm.ac.id
 +62 (274) 547867
 +62 (274) 556563

Survey Layanan Digital Aplikasi JMO BPJSTK PSKK UGM

 

 

Asosiasi dan Kemitraan

Asosiasi

Mitra

  • Perguruan Tinggi
  • Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah
  • Perusahaan Swasta
  • Lembaga Sosial Masyarakat (LSM)
  • Lembaga Donor dan UN Organizations

© 2017 Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada