• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Portal IT
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
Universitas Gadjah Mada Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Tentang PSKK
    • Peneliti
  • Penelitian
    • Penelitian
    • Database
  • Publikasi
    • Jurnal Populasi
    • Publikasi
  • Kegiatan
  • Media
  • Home
  • Media

HAK ASASI MANUSIA: Kejahatan Demografi Terjadi di Pemilu

  • Media
  • 17 April 2014, 08.39
  • Oleh : admin

JAKARTA, KOMPAS — Kejahatan demografi tersebar di seluruh Indonesia, terutama di wilayah pemekaran. Kejahatan ini berujung pada manipulasi suara ketika pemilu dan penggelapan dana bantuan dari pemerintah.

Berdasarkan hasil pemantauan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sejak 10 Maret hingga 12 April 2014 di 22 provinsi, banyak kasus penggelembungan data jumlah penduduk di wilayah pemekaran.

Contohnya di Distrik Walelagama, Papua. Data tahun 2009 menunjukkan populasi 14.000 jiwa, tetapi sekarang berubah menjadi 25.000 jiwa. Di Kabupaten Nduga yang merupakan pemekaran Kabupaten Jayawijaya, dalam daftar pemilih tetap tahun 2009 ada 68.000 jiwa, tetapi tahun ini melonjak menjadi 145.000.

Menurut Komnas HAM, ada tiga alasan terjadinya kejahatan demografi. Pertama, persyaratan pemekaran daerah otonom baru. Kedua, untuk mendapat dana alokasi umum dari Kementerian Dalam Negeri dalam jumlah besar. Ketiga, agar pejabat daerah dapat memanipulasi suara pemilu.

”Prinsip satu orang satu suara dianggap tidak menguntungkan secara finansial ataupun dukungan suara,” kata Ketua Tim Pemantau Pemilu Komnas HAM Natalius Pigai, Selasa (15/4).

Ia menambahkan, pemilu dengan sistem ikat merugikan demokrasi karena satu kampung sepakat memilih calon legislator atau partai politik tertentu. Di Kabupaten Buleleng, Bali, satu bilik suara akhirnya dimasuki oleh pemilih beramai-ramai dan pada saat bersamaan mencoblos surat suara. Saksi dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara juga tidak menyatakan keberatan atas kejadian tersebut.

Data Komnas HAM juga menunjukkan, pemilu tahun ini masih belum memperhatikan hak kelompok rentan, seperti pasien rumah sakit, warga jompo, buruh migran, buruh tambang dan perkebunan, Orang Rimba, dan penyandang disabilitas.

”Tidak ada sarana di TPS untuk membantu orang-orang disabilitas,” kata Wakil Ketua II Komnas HAM Siane Indriani.

KPU dan Kementerian Dalam Negeri juga tidak memiliki data jumlah pemilih penyandang disabilitas. (A15)

*Sumber artikel: Harian KOMPAS, 16 April 2014 | Sumber foto: beritadaerah.com

Tags: Buleleng buruh migran dmeografi hak kelompok rentan HAM kejahatan demografi manipulasi data penduduk Papua pemilu pemungutan suara tempat pemungutan suara

Related Posts

Diskriminatif, Pernyataan Menristek Cerminkan Penerimaan yang Rendah Terhadap LGBT

Media Selasa, 26 Januari 2016

Yogyakarta, PSKK UGM – Melanggar norma agama dan kesusilaan merupakan alasan yang kerap kali digunakan untuk menentang isu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) bahkan keberadaan kelompok-kelompoknya.

MIFEE: Ruang Keterlibatan Bagi Orang Marind Masih Sangat Minim

Media Jumat, 18 Desember 2015

Yogyakarta, PSKK UGM – Bermula saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan panen raya di Merauke dan di saat yang sama dicanangkanlah Merauke sebagai lumbung pangan nasional.

[MEDIA ARCHIVES] Sebagian Besar Dana Remintansi TKI untuk Keperluan Sehari-hari

Media Kamis, 5 November 2015

NERACA, Jakarta – Dana remitansi yang dikirimkan oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Indonesia jumlahnya mencapai triliunan, namun sebagian besar dana tersebut hanya dikeluarkan untuk kebutuhan dasar atau kebutuhan sehari-hari.

BNP2TKI: Jalur Sebatik Terbuka Lebar Selundupkan TKI

Media Senin, 19 Januari 2015

Nunukan, JAWA POS — Masih banyak jalur tikus bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) nonprosedural yang terbuka. Salah satunya pintu perbatasan antara Kabupaten Nunukan dan Kota Tawau, Malaysia.
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEPENDUDUKAN DAN KEBIJAKAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Tevesia, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta

 secretary_cpps@ugm.ac.id
 +62 (274) 547867
 +62 (274) 556563

Survey Layanan Digital Aplikasi JMO BPJSTK PSKK UGM

 

 

Asosiasi dan Kemitraan

Asosiasi

Mitra

  • Perguruan Tinggi
  • Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah
  • Perusahaan Swasta
  • Lembaga Sosial Masyarakat (LSM)
  • Lembaga Donor dan UN Organizations

© 2017 Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada