Studi Pasangan Usia Subur Muda Paritas Rendah (PUSMUPAR) di Daerah Istimewa Yogyakarta

20 Desember 2013 | admin
Project At Glance
Country Indonesia
Region Provinsi Yogyakarta
Name of Client Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah Istimewa Yogyakarta
Address Jalan Kenari No. 1, Yogyakarta
Duration of Assignment 4 bulan
Start Date September 2013
Completion Date Desember 2013
Prinsipal Investigator Dr. Umi Listyaningsih, M.Si.
Principal Investigator (Not on the list)
Research Team Dr. Setiadi, Sonyaruri Satiti, S.Si., M.Sc.
Research Team (not on the list)
Profiles of Professional Staff Provided by The Center Pakar Kependudukan

Upaya untuk mempercepat penurunan kesuburan melalui program Keluarga Berencana harus ditingkatkan, terutama target pasangan muda, bahkan lebih untuk menargetkan orang-orang dengan paritas rendah atau PUSMUPAR. Hal ini penting karena proporsi pasangan usia subur dalam kelompok usia ini (15-29 tahun) jauh lebih tinggi daripada kelompok usia yang lebih tua. Dengan demikian, penyediaan kontrasepsi bagi kelompok ini memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mencegah kehamilan dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih tua. Data menunjukkan tingkat kelahiran (Total Fertility Rate/TFR) di Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat dari 1,8 pada tahun 2000 menjadi 2.1 pada tahun 2010. Gambaran itu menunjukkan, rata-rata pasangan usia subur cenderung memiliki dua anak atau lebih. Program untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk juga diperlukan di sini, dan harus didasarkan pada penilaian holistik terhadap kelompok pasangan usia subur atau PUS yang memiliki dua anak atau lebih. PSKK UGM melakukan penelitian ini dengan tujuan sebagai berikut: 1) untuk menentukan kondisi sosial-ekonomi PUSMUPAR di Daerah Istimewa Yogyakarta, 2) untuk menentukan kondisi demografi—jumlah anak, jarak kelahiran—dan perencanaan untuk penggunaan alat kontrasepsi di masa depan, alasan untuk memilih atau tidak memilih beberapa jenis alat kontrasepsi sebagaimana pemahaman terhadap NKKBS (Norma Keluarga Kecil, Bahagia, dan Sejahtera) dan 3) untuk membuat rekomendasi tentang kebijakan pengendalian penduduk, terutama untuk pertumbuhan penduduk.

Deskripsi belum tersedia