PERAN MEDIA MASSA DALAM MEMPENGARUHI SIKAP TERHADAP KEIKUTSERTAAN BER-KELUARGA BERENCANA: Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2007

15 Desember 0203 - 16:20:35 | admin

Authors: Rohdiana Sumariati, Dewi H. Susilastuti, Agus Heruanto Hadna

Topics: media massa, sikap, keikutsertaan dalam program keluarga berencana

Article Title: PERAN MEDIA MASSA DALAM MEMPENGARUHI SIKAP TERHADAP KEIKUTSERTAAN BER-KELUARGA BERENCANA: Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2007

Journal Title: Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, Fakultas Farmasi UGM Vol. 3 NO. 1/Maret 2013

Publication Year: 2013

Language: Bahasa Indonesia

ISSN: 2088-8139

Sebagai upaya mendongkrak kembali isu program KB, BKKBN telah mengambil kebijakan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) sebagai upaya promosi dan penggerakan masyarakat dalam meningkatkan permintaan terhadap kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media massa dalam mempengaruhi sikap terhadap keikutsertaan ber-KB.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007. Lokasi penelitian diambil secara nasional, dengan populasi semua wanita berusia 15-49 tahun, status kawin dan berdomisili di Indonesia. Penetapan informan berdasarkan teknik purposive sampling. Jumlah sampel yang dianalisis adalah 32.895 wanita. Analisa data dilakukan dengan uji statistik chi-square.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57,4 persen dari populasi wanita pernah kawin mempunyai sikap positif terhadap program KB dan menjadi peserta KB dengan nilai p=0.005 (p value=0,000). Wanita pernah kawin yang terpapar pesan KB melalui media massa dan menjadi peserta KB sejumlah 58,3 persen dengan nilai p=0,005 (p value=0,000). Hubungan peran media massa dalam mempengaruhi sikap terhadap keikutsertaan ber-KB dilihat dengan variabel kontrol berupa tingkat pendidikan, tempat tinggal, keinginan punya anak lagi dan jumlah anak masih hidup yang masing-masing mempunyai hubungan yang signifikan dengan nilai p=0,005 (p value=0,000). Televisi merupakan media yang paling banyak menyedot pemirsa. Diperlukan model promosi tersendiri untuk kalangan wanita berpendidikan tinggi. Media lain, yaitu promosi melalui tokoh agama/masyarakat, dokter, bidan, dan kader KB dapat dijadikan wahana menyampaikan pesan dan informasi. Perlu strategi pengulangan (redudancing) untuk mengingatkan pentingnya program KB kepada masyarakat. Pembuatan desain yang tepat dalam mengkampanyekan dan menginformasikan program KB, perlu memperhatikan kecocokan antara jenis media dengan karakteristik geografis, waktu, dan jenis kontrasepsi. []