Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan

Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan

Universitas Gadjah Mada

HARI KEPENDUDUKAN DUNIA 2017: Mendorong Keterlibatan Aktif Laki-Laki dalam Program KB

family-planning

Yogyakarta, PSKK UGM – Program Keluarga Berencana (family planning) bukanlah semata-mata tanggung jawab perempuan. Isu pemberdayaan perempuan di dalam program KB perlu dipahami dengan benar agar tidak terjadi pandangan yang bias gender. Bagaimanapun, keterlibatan serta kemitraan penuh di antara perempuan dan laki-laki adalah hal yang penting di dalam upaya pengendalian penduduk maupun peningkatan kualitas hidup. […] ... Read more →

PEREMPUAN MASIH TERTINGGAL | Harian Kompas

buruh-hamil

Pengarusutamaan Jender Belum Memberikan Hasil Optimal JAKARTA, KOMPAS – SEPARUH penduduk Indonesia adalah perempuan, tetapi belum banyak merasakan hasil pembangunan manusia, alias masih tertinggal. Hal ini tidak hanya menghambat percepatan peningkatan indeks pembangunan manusia, tetapi juga mengancam keberhasilan pemanfaatan puncak bonus demografi 2020-2040. “Pengarusutamaan jender belum memberikan hasil optimal,” kata Direktur Program Magister dan Doktor […] ... Read more →

KULIAH UMUM SURYA CHANDRA: BKKBN Berkomitmen Dorong Revolusi Mental Melalui KKBPK

ED2

Yogyakarta, PSKK UGM – Kembali, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, dr. Surya Chandra Surapatty, MPH, Ph.D. menyampaikan pentingnya penduduk ditempatkan sebagai titik sentral di dalam pembangunan. Penduduk bukan semata-mata obyek pembangunan, melainkan subyek pembangunan. Ada partisipasi aktif yang dibangun di sana. “Maka, pembangunan berwawasan kependudukan (PBK) atau people centered development perlu […] ... Read more →

Tidak Mudah Mengubah Kondisi Sosial Gepeng | Tribun Jogja

20131018_razia-gepeng-dan-preman-di-bandung_1953

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Mangkraknya puluhan unit rumah di huntap “Desaku Menanti” di Gunungkidul tak lepas dari belum siapnya pihak terkait melaksanakan program pengentasan untuk kaum Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT). Menurut Pakar Kebijakan Publik UGM, Prof Muhadjir Darwin, mengubah kondisi sosial yang sifatnya perilaku sosial tidaklah mudah. “Pembuat kebijakan harus memahami kondisi sosiologi masyarakat. […] ... Read more →

4,1 Juta Anak di Indonesia Telantar | Berita Satu

a-prayogo-4

Jakarta, Berita Satu – Jumlah anak telantar masih sangat banyak. Kementerian Sosial (Kemsos) menyebut, jumlahnya mencapai 4,1 juta anak, dan jumlah itu bertambah. Kondisi tersebut mencerminkan amanat Konstitusi agar fakir miskin dan anak telantar dipelihara negara belum sepenuhnya terwujud. Bahkan, Kemsos juga menyebut sedikitnya 35.000 anak mengalami eksploitasi. Keberadaan anak-anak telantar tersebut, antara lain masih minimnya […] ... Read more →