Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan

Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan

Universitas Gadjah Mada

Gender dan Kesehatan Reproduksi

Keterlibatan perempuan semakin luas dalam berbagai kegiatan. Tidak lagi terbatas pada ranah domestik, perempuan dalam beberapa kasus bahkan memiliki mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki dan terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan. Ada perubahan dalam pemaknaan yang sedang terjadi dan ini bisa saja terjadi karena kesadaran baru dalam diri perempuan dan laki-laki. Kendati demikian, bias gender dalam kehidupan sehari-hari masih cukup tinggi sehingga menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan.

Berelasi erat dengan itu, adalah isu kesehatan reproduksi. Status kesehatan reproduksi di Indonesia maupun beberapa negara berkembang lainnya tergolong rendah karena pelayanan kesehatan reproduksi belum bisa menyentuh sebagian besar penduduk. Ada beberapa hal mengapa cakupan pelayanan kesehatan reproduksi belumlah maksimal, misalnya pengetahuan KB dan kehidupan seksual yang rendah—akibat informasi serta pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang tidak memadai dan kurang berkualitas. Selain itu, prevalensi perilaku seksual berisiko tinggi pun masih menjadi tantangan dan persoalan penting di masyarakat. Kedua isu besar ini juga menjadi topik penelitian yang dilakukan oleh PSKK UGM.

News

    No related news found.