Center for Population and Policy Studies

Center for Population and Policy Studies

Universitas Gadjah Mada

content_profil-kes1466390914

 

Penulis:
Agus Heruanto Hadna, Pande Made Kutanegara, Umi Listyaningsih, Sri Purwatiningsih, Dipto Jatmiko, Sonyaruri Satiti

Penelitian:
Studi Pemetaan Kemiskinan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat

Kemiskinan di Kabupaten Fakfak menjadi perhatian di tengah kepemilikan sumber daya alam yang cukup melimpah. Daerah ini dikenal sebagai penghasil pala yang besar, bahkan tanaman pala telah menjadi ciri khas kabupaten ini. Namun jumlah penduduk miskin masih cukup besar pula. Penyumbang terbesar kondisi kemiskinan penduduk Fakfak ternyata tidak terkait dengan ketidakmampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan makan dan sandang. Dengan demikian, kebutuhan sekunder, yaitu pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sosial kemasyarakatan, menjadi tersingkirkan pemenuhannya. Daerah perkotaan memiliki akses yang lebih baik, seperti jalan dan sarana transportasi, sehingga memiliki angka kemiskinan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah perdesaan. Hal ini menunjukkan bahwa ketiadaan prasarana fisik dan keterbatasan akses telah menjadi faktor utama penyebab kemiskinan di Kabupaten Fakfak.

Aspek struktural turut menentukan pola kemiskinan di Kabupaten Fakfak. Hal ini terbukti dari kesenjangan kesejahteraan antarwilayah di kabupaten ini. Data menunjukkan bahwa sebagian distrik di Kabupaten Fakfak memiliki tingkat kemiskinan di atas rata-rata kemiskinan kabupaten. Tiga distrik yang memiliki angka kemiskinan tertinggi adalah Kokas (40,5 persen), Kramongmongga (39,3 persen), dan Teluk Patipi (39,2 persen). Sementara itu, Distrik Bomberay dan Fakfak Kota merupakan dua wilayah dengan tingkat kemiskinan yang cukup rendah, yaitu masing-masing 17 dan 24 persen. []

Selengkapnya, silakan unduh file Policy Brief berikut: “Profil Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat” No. 24/PB/2016.